Jumat, 06 Juli 2018

KEKUATAN DOA SEORANG IBU

Tulisan ini saya kutip dari majalah DAQU edisi 007/tahun VI Januari 20014, penulisnya adalah Tarmizi Asidiq Direktur  Eksekutif majalah DAQU.



Banyak diantara kita suka mengeluh tentang sifat negatif ibu kita, tetapi kita tidak pernah berfikir mungkin hampir setiap malam ibu kita di keheningan sepertiga malam bangun untuk sholat tahajud mendoakan kita sampai bercucuran air mata agar sukses dunia dan akherat.


Saya selalu ingat nasehat guru saya Ustadz Yusuf Mansur tentang doa seorang ibu. Beliau menyampaikan bukalah tidak mungkin, jika banyak orang-orang sukses diseluruh dunia ini lantaran mempunyai hubungan yang baik dengan kedua orang tuanya, terloebih kepada ibu. Kenapa? karena ridha Allah adalah ridha orang tua, dan doa ibu itu sungguh tanpa hijab dihadapan Alllah mudah menembus langit.sehingga doa seorang ibu yang ia panjatkan untuk anaknya boleh jadi sangat mudah Allah kabulkan.

Mungkin bagi sebagian orang masih tidak sadar bahwa kemungkinan kesuksesan-kesuksessannya selama ini adalah buah dari doa seorang ibu kepada Allah tanpa ia ketahui. Dan sorang ibu tanpa disuruh pasti akan selalu mendoakan anaknya dia tipa nafasnya kala bermunajat kepada Allah. Tapi seorang anak belum tentu berdoa untuk orang tuanya.

Barangkali juga kita suka mengeluh tentang sifat buruk orang tua, entah karena ibu cerewet, suka ikut campur, suka nyuruh-nyuruh, tidak gaul dan lain sebagainya. Jika seperti ini maka Tragis. Kenapa Tragis? karena terlalu fokus pada secuil kekurangan orang tua dan melupakan segudang kebaikan yang telah diberikan kepada kita selama ini.

Diluar sana mungkin ada orang-orang di pinggir jalan, dibawah kolong jembatan dan ditempat lainnya mereka suka mengeluh, tapi yang mereka keluhkan ialah  bukan karena sifat orang tua atau ibu mereka, tapi mereka mengeluh karena mereka tidak punya orang tua lagi.

Bersyukur jika masih mempunyai orang tua. Jika ingin tahu rasanya tidak punya ibu, coba tanyakan kepada mereka yang ibunya telah tiada. Mungkin perasaan mereka sangat sedih dan kekurangan motivasi dalam hidup.

Coba bayangkan jika kita tidak punya ibu, ketika kita akan pergi keluar rumah untuk sekolah atau bekerja, tidak ada lagi tangan yang bisa kita cium. Jika tidak punya ibu mungkin tidak lagi makanan yang tersedia di meja makan saat kita pulang, jika tidak punya ibu lagi ketika hari lebaran rumah terasa sepi dan lebaran terasa tanpa makna. Jika kita tidak punya ibu barangkali kita hanya bisa membayangkan wajah tulusnya di pikiran kita dan melihat baju-bajunya di lemarinya.

Banyak diantara kita suka mengeluh tentang sifat negatif ibu kita, tapi kita tidak pernah berfikir mungkin hampir setiap malam ibu kita di keheningan sepertiga malam bangun untuk shalat tahajud mendoakan kita sampai bercucuran air mata agar sukses dunia dan akherat.

Mungkin suatu malam beliau mendatangi kita saat tidur dan mengucapkan dengan bisik " Nak. maafkan ibu ya... ibu belum bisa menjadi ibu yang baik bagimu." kita mungkin juga lupa disaat kondisi ekonomu ruamah tangga kurang baik, ibu rela tidak makan agar jatah makannya bisa dimakan anaknya. Ketika kita masih kecil ibu kita rela tidur di lantai dan tanpa selimut, agar kita bisa tidur nyaman di kasur dengan selimut hangat.

Setelah pengorbanan telah diberikan oleh ibu selama ini, lalu coba renungkan apa yang kita perbuat selama ini kepada ibu kita? Kapan kita terakhir membikin dosa kepadanya? Kapan kita terakhir membentak-bentaknya? Pantaskah kita membentak ibu kita yang selama sembilan bulan mengandung dengan penuh penderitaaan? Oleh karena itu maka berusahalah untu berbakti kepada orang tuamu khususnya ibumu. Karena masa depan kita ada di desah doa-doanya setiap malam. Dan ingat perilaku kita dengan orang tua kita saat ini mencerminkan perilaku anak kita kapada diri kita nanti.

Dan doa ibu itu mampu menembus langit, sangat mustajab di hadapan Allah. Maka muliakannlah IBUMU

1 comments:

Unknown mengatakan...

As stated by Stanford Medical, It is indeed the SINGLE reason this country's women get to live 10 years longer and weigh on average 19 kilos lighter than we do.

(Just so you know, it really has NOTHING to do with genetics or some secret diet and absolutely EVERYTHING to do with "HOW" they are eating.)

BTW, I said "HOW", not "WHAT"...

Click on this link to discover if this brief test can help you release your true weight loss possibilities

Posting Komentar

Bunda Dan Ananda © 2008 Template by:
bunda dan ananda