Sabtu, 20 Februari 2010

SUNTIK PEMUTIH DAN VITAMIN C

Suntik pemutih memang dipercaya bisa memutihkan dan menyulap kulit seluruh tubuh menjadi berkilau dalam waktu singkat, bak cinderela yang sekejap berubah dari upik abu menjadi putrid. Apakah kepercayaan itu benar? Vitamin C dan suntik putih memang benar ada menfaatnya untuk keadaan atau kelainan kulit tertentu. Dan memang benar juga bila keduanya bisa membuat kulit terkesan menjadi lebih putih. Tapi apakah seterusnya akan begitu?

Suntik pemutih

Suntik pemutih umumnya berisi zat antioksidan. Antioksidan utmanya berupa vitamin C dosis tinggi (1000 s/d 4000 mg) dicampur dengan glutation (600 mg).
Banyak juga yang menambahkan plasenta, yaitu ari-ari bayi untuk menumbuhkan sel-sel baru yang muda. Plasenta, bisa berasal dari manusia atau hewan, baik yang halal (sapi) atau haram (babi). Untuk muslim, plasenta ini tidak halal. Bayangkan resikonya kalau sampai masuk langsung kedalam darah! Apalagi sebenarnya zat ini fungsi utamanya bukan utnuk memutihkan kulit.
Cara zat itu dimasukkan ke dalam tubuh, melalui injeksi pada otot di bokong (intramuskuler) atau langsung ke pembuluh darah balik (intravena/infuse). Perbedaan cara mnyuntikkan di bokong dengan infuse adalah masalah dosis. Vitamin C kalau disuntikkan pada otot bokong terasa sangat nyeri, oleh sebab itu hanya bisa dosis kecil (100 mg) sekali suntik. Cara ini banyak ditawarkan di salon kecantikan dan dilakukan bukan oleh tenaga medis sehingga beresiko.
Sebenarnya dosis 100 mg tidak banyak manfaatnya karena hampir sama dengan tablet vitamin C yang diminum (peroral). Oleh sebab itu hati-hati dengan tawaran suntik pemutih di salon. Karena konsumen tidak mengerti, sering dikenakan biaya mahal.
Sedangkan infuse pemutih umumnya dilakukan oleh dokter spesialis kulit atau perawat terlatih yang diawasi oleh dokter. Vitamin C dosis tinggi (1000-4000 mg) di encerkan dengan cairan infuse larutan garam faal (NaCl 0,9%) sebanyak 50-100 cc, diinfuskan melalui pembuluh darah balik di lengan, perlahan-lahan selama 10-15 menit. Untuk tujuan mencerahkan warna kulit umumnya frekuensi infuse satu atau 2 kali seminggu selama 6 sampai 8 kali. Biaya sekitar 200 ribu hingga 350 ribu sekali infuse tergantung dosis, kwalitas obat dan alat.

Vitamin C

Didalam tubuh manusia, vitamin C (asam askarbonat) adalah antioksidan utama dan terkuat. Vitamin C tidak dibentuk oleh tubuh, harus didapat dari luar melalui makanan atau suplemen (diminum atau disuntikkan). Makanan yang banyak mengandung vitamin C terutama buah-buahan seperti jeruk, jambu biji, lemon, papaya, tomat dan sayur-sayuran.
Fungsi vitamin C untuk kulit adalah mempertahankan dan membentuk kolagen sehingga kulit tetap kenyal dan lentur, mengurangi pembentukan melanin yang berarti kulit (seluruh tubuh) akan berwarna lebih terang seta cerah (efek ini yang diutamakan dalam suntik penutih). Selain itu melindungi kulit dari sinar UV (terbakar, flek, kanker, alergi) dan radikal bebas dari lingkungan, juga mempercepat penyembuhan luka.
Vitamin C membantu system syaraf bekerja dengan baik. Penyerapan besi dan kalsium diperbaiki dengan adanya vitamin C, dan menambah kekuatan tubuh melawan infeksi. Manfaat lainmeningkatkan kadar kolesterol HDL (baik), mencegah terbentuknya kolesterol LDL 9jahat), menghambat penyumbatan pembuluh darah. Vitamin C juga berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah influenza dan menghindarkan perdarahan gusi. Dan juga dapat memperlambat timbulnya katarak ( kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan buta) terhadap mata.
Dosis yang dianjurkan hanya 90 mg (pria) dan 75 mg (wanita) perhari. Dosis maksimum untuk jangka lama 2000 mg jangka pendek 3000 mg. ada pendapat ahli mengatakan bahwa dosis vitamin C tidak dapat lebih banyak dari 250-500mg. pandapat lain ialah tubuh hanya mempu menyimpan/menyerap 1200 mg dalam 3 minggu.
Sifat vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air, disaring diginjal dan dibuang melalui air seni. Kelebihan dosis akan dibuang melalui air seni, dan ginjal akan bekerja keras menyaringnya.
Perhatian: Vitamin C dosis tinggi seperti suntik pemutih hanya boleh dilakukan jangka pendek, karena membebani ginjal. Memang masih ada beda pendapat menganai vitamin C dosis tinggi seperti yang digunakan pada suntik pemutih.
Ada yang mengatakan tidak ada gunanya karena yang diserap hanya sebagian kecil yang lain terbuang melalui urin, tapi ada juga penelitan yang membuktikan sebaliknya. Karena masalah dosis inilah maka supaya aman pada suntik pemutih ditambahkan zat antioksidan lain (misalnya glutation) sehingga dosis Vitamin C tidak perlu terlalu tinggi, efek sampingnya terhadap organ tubuh lain sedikit, tetapi efek antioksidannya tercapai.

Apa itu antioksidan?

Antioksidan adalah zat yang dapat menetralkan radikal bebas sehingga tidak membahayakan tubuh. Radikal bebas adalah electron ‘jahat’ yang menyerang sel-sel tubuh (termasuk kulit), sehingga sel cepat rusak, menua dan mempercepat timbulnya kanker.
Radikal bebas ini bisa berasal dari tubuh sendiri akibat makan berlebihan kalori, pengawet dan penyedap makanan, stress fisik dan emosi dan atau dari lingkungan berupa polusi, sinar ultra violet dari matahari, asap rokok, penyakit, diet ketat dan salah dll.
Secara alami, tubuh memproduksi antioksidan sendiri tetapi kadang jumlahnya tidak mancukupi dan harus ditambah dari luar, dapat melalui makanan yang banyak mengandung antioksidan yaitu sayuran dan buah-buahan, atau euplemen (tambahan) yang diminum maupun disuntikkan. Antioksidan antara lain vitamin C, vitamin A, dan vitamin E, mineral selenium (sel) dan seng (zinc).

Efek samping vitamin C

Pada orang sehat dan dengan dosisi yang dianjurkan dokter, vitamin C tidak ada efek sampingnya yang berbahaya. Dosis tinggi dapat mengurangi kadar tembaga cuprum dalam tubuh, dalam jangka pendek memang jadi mengurangi pembentukan melanin kulit (mencerahkan warna kulit), tapi jangka panjang bisa membahayakan fungsi organ tubuh lain.
Vitamin C dosis tinggi juga bisamengurangi kemanjuran kontrasepsi pil / hormonal. Minum vitamin C dosis tinggi yang bukan jenis ester (jenis vitamin C yang aman bagi lambung), bisa melukai lambung (sakit tukak lambung/ ‘maag’ berat).
Vitamin C dosis tinggi dapat menyebabkan batu ginjal pada pasien tertentu atau pada pasien yang sedang cuci darah. Sebaiknya pasien yang punya riwayat batu ginjal atau penyakit ginjal meminta persetujuan dokter dulu sebelum minum atau suntik vitamin C.
Suplemen vit C tidak dianjurkan untuk penderita kelainan enzim darah G6PD (glucose 6 phosphate dehydrogenase defieciency) serta penderita kebanyakan zat besi (hemosiderosis atau hemoshoromatosis) karena bisa memperparah penyakit.
Jangan lupa juga memberitahu dokter sebelum minum/suntik vitamin C kalau sedang minum obat yang mengandung amposolin, indometasin,salisilat atau tetrasilin.

Perawatan dan gaya hidup sehat

Ingat selalu bahwa cantik adalah sehat. Lakukan perawatan kulit secara benar, teratur terus-menerus dan tekun, hindari pemakaian kosmetika berlebihan dan coba-coba, serta lindungi kulit dari lingkungan dengan baju muslimah (bagi wanita muslim) dan tabir surya. Jalani gaya hidup sehat dengan makanan bergizi seimbang, perbanyak makan sayur dan buah yang mengandung vitamin C. jangan lupa tawakal kepada Allah, cukup beristirahat, olah raga teratur, dan hindari stress fisik dan mental. Dengan semua itu insyaallah kita memerlukan suplemen vitamin C, kecuali ada kelainan tertentu.
(ummi/mei2005)


1 comments:

Anonim mengatakan...

mm,, gitu ya mbak,,,
makasie artikelnya ,,,
:)

Poskan Komentar

Bunda Dan Ananda © 2008 Template by:
bunda dan ananda