Sabtu, 20 Februari 2010

AGAR ANAK TIDAK MUDAH MENYERAH

Ada anak yang sangat gigih untuk melakukan sesuatu bahkan pantang menyerah kendatipun ia sebenarnya tidak mampu melakukannya. Ia berusaha sekuat tenaga untuk berbuat ‘sesuatu’ sebelum ia benar-benar terkapar. Namun, ada pula anak yang tidak mau bersusah payah inginnya menerima yang instant-instan saja, tidak mau ia berpikir atau mengeluarkan tenaga. Sedikit-sedikit ia meminta bantuan orang terdekatnya, bisa kakaknya, orang tuanya, bahkan temannya.

Memang sih yang namanya anak-anak pastilah membutuhkan bantuan orang dewasa, misal, dalam mengutak-atik mainannya sendiri, biasanya anak terima bongkar tapi tidak terima pasang. Asal jangan untuk semua hal ia meminta bantuan orang lain, bisa berbahaya lho.


Sebaiknya selagi anak bisa mengerjakannya sendiri, tidak usah orang tua memberi bantuan, kecuali pada kondisi-kondisi tertentu. Sedangkan untuk hal-hal yang baru dicobanya, atau selama ini memang belum pernah ia lakukan, sebaiknya orang tua harus melihat terlebih dahulu apakah yang dikerjakan anak memang sudah sesuai dengan kemampuan fisiknya atau belum. Serta orang tua mengajarkannya untuk melakukan sesuatu jangan sampai anak berputus asa karena selalu gagal dalam melakukannya.

Sebenarnya anak sejak anak dilahirkan telah membawa warna tertentu atau karakter. Ada memang anak yang terlahir dengan karakter gampang menyerah. Akan tetapi karakter tidaklah berdiri tunggal dalam membentuk anak. Pernaan orang tua berpengaruh secara signifikan dalam mengarahkan karakter anak.

Oleh karena itu orang tua mesti berupaya menciptakan lingkungan yang berisi bagi terbentuknya karakter anak. Lingkungan memegang peran penting pada masa pertumbuhan anak. Mereka yang besar di lingkungan kondusif dimana kebebasan untuk mengembangkan minatnya terpasung, akhirnya akan tumbuh menjadi anak yang gampang menyerah. Pada hal kegigihan berhubungan erat dengan minat. Bagaimana mungkin anak akan memperjuangkan sesuatu yang diinginkannya kalau dia sendiri tidak tahu apa yang diminatinya?

Demikian pula dengan pola asuh, orang tua memberikan semua hal pada anak dengan mudah, akhirnya akan menyeret anak menjadi gampang menyerah. Anak lebih mengandalkan orang tuanya daripada belajar mengusahakannya sendiri. Begitu pula sebaliknya, orang tua memanjakan anaknya, jangan kaget kalau kelak ternyata anak akan tumbuh menjadi pribadi yang gampang menyerah.

Peran orang tua

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua agar anak tidak mudah menyerah, bahkan bisa dilakukan sejak anak masih bayi. Misalnya, diusia ini rata-rata anak sedang belajar berjalan, makan sendiri, dan sebagainya. Biasakan memberi reward atas prestasi yang dia lakukan. Walaupun itu hanya sekedar pujian atau pelukan saying.

Penghargaan ini akan membuat anak merasa didukung, hingga dia punya semangat untuk belajar mengerjakan/ mengusahakan hal-hal yang lebih besar atau sulit sekalipun. Walaupun sesekali gagal, tapi kalau dukungan itu selalu diterima, anak akan bersemangat untuk mencoba dan mencoba lagi serta tidak langsung menyerah. Dukungan orang tua akan menumbuhkan keyakinan dalam diri anak.

Berbeda halnya bila orang tua memperlakukannya dengan pedoman asal diam dan tidak rewel. Memang sih, anak tumbuh jadi sosok yang myenangkan karena tidak banyak tingkah. Akan tetapi di balik itu, anak sama sekali tidak punya inisiatif untuk mencoba sesuatu. Akibatnya, daya juang anak pun rendah. Anak hanya pasif tanpa punya keinginan melakukan sesuatu sendiri.

Anak yang tidak pernah mendapatkan penghargaan tidak akan pernah tahu apa bedanya berhasil dan gagal. Bagi anak dirasa saja. Berhasil atau tidak, tidak ada seorang pun yang memberinya pujian. Hal semacam inilah yang kemudian membuat anak enggan meperjuangkan sesuatu.

Selalu itu orang tua juga bisa merangsang anak dengan motivasi. Misalnya si anak minta bantuan untuk menghidupkan mainnya, padahal sebelumnya kegiatan itu sudah bisa dilakukannya sendiri. Motivasilah anak utnuk mencobanya terlebih dahulu. Ayo…anak kamu coba dulu, deh. Kemarin kan sudah bisa. Dengan motivasi seperti itu anak akan tergerak untuk mencobanya lebih dahulu sebelum minta bantuan.

Seringnya juga lantaran orang tua tidak mau tumah berantakan atau anak jadi kotor dan sebagainya. Si anak tidak boleh beraktifitas . Baru mau menyentuh sesuatu, orang tuanya sudah berteriak, ‘Jangan ‘ atau ‘ enggak boleh’ sambil mengangkat jari telunjuk dan pasang muka garang. Yang seperti ini akhirnya juga mematikan semangat untuk melakukan sesuatu.

Orang tua sebaiknya merangsang anak untuk mencoba hal-hal baru. Makin banyak hal baru yang dipelajari, perlahan tapi pasti akan tumbuh keyakinan dalam dirinya bahwa dia bisa mengerjakan banyak hal. Ini akan berdampak positif saat anak menghadapi masalah. Dia sudah punya kayakinan bahwa semua hal bisa dilakukan asal mau berusaha.

Sebaliknya, anak yang selalu dilarang mengerjakan ini-itu, akhirnya memang jadi malas mencoba sesuatu yang baru. Bagaimana mau mencoba sesuatu yang baru, kalau belum apa-apa orang tuanya sudah berteriak-teriak tidak boleh.

Yang harus diingat, tandasnya lakukan semua stimulasi itu dalam suasana yang menyenangkan. Bukan tidak mungkin si anak tampak tidak gampang menyerah hanya karena ia takut pada orang tuanya. Di benaknya, daripada dimarahi karena tidak bisa, lebih baik mencoba terus sampai berhasil. Padahal keterpaksaan seperti ini akan membawa efek yuang tidak baikdi kemudian hari.

Bila dibiarkan saja sikap gampang serangkaian efek buruk membewa akanserangkaian efek buruk dalam jangka pendek, anak akan terlihat sebagai pribadi yang manja, rewal, selalu minta dilayani dan rentan terhadap tekanan. Bukan tidak mungkin anak akhirnya dijauhi karena sikapnya. Ada khan anakyang saking rewelnya dan apa-apa minta dilayani akhirnya membuat siapapun yang mengasuhnya jadi stidak betah. Kalau bgitu mengasuhnya jadi tidak betah. Kalau sudah begini yang kasihan jadi tidak betah mau tidak mau harus mengasuh sendiri.

Sedangkan dalam jangka panjang anak yang gampang menyerah ini akan mengalami banyak kesulitan. Makin besar usia makin banyak tantangan yang darus dihadapi, kalau sedari kecilsudah gampang menyerah. Tentunya setelah dewasa akan menemui banyak kegagalan dalam hidupnya. Anak ini pun tumbuh menjadi pribadi yang selalumenyalahkan orang lain, kurang bertanggung jawab dan sebagainya.

Untuk itulah agar orang tua harus waspada bila anak sudah mulai kelihatan gampang menyerah. Karena dampaknya akan terbawa sampai dewasa. Jangan ssmpsi orang tua beranggapan nanti kalau sudah besar akan berubah sendiri. Sebelum terlambat alangkah baiknya bila orang tua segera mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu.
NABILA/JUNI2004

0 comments:

Poskan Komentar

Bunda Dan Ananda © 2008 Template by:
bunda dan ananda