
Pernyataan Ikatan Dokter Anak Indonesia tentang Program Imunisasi dan Peredaran Vaksin di Indonesia
Pemberian vaksin merupakan upaya preventif untuk mencegah beberapa penyakit infeksi berat yang dapat menimbulkan kematian atau kecacatan, mencegah penyebaran penyakit, sehingga suatu saat penyakit tersebut terbasmi.
Imunisasi merupakan program yang dijalankan hampir seluruh negara di dunia yang pola dan jadwal imunisasinya disesuaikan dengan pola epidemiologis dan kemampuan pembiayaan program masing-masing negara.
Sebelum vaksin digunakan pada manusia, tahapan ilmiah harus dilalui untuk menjamin keamanan dan efikasinya (dimulai dari uji pada binatang, manusia, kelompok tertentu, ‘multi countries’). Vaksin yang beredar di Indonesia sudah tentu setelah mendapat pengkajian ilmiah ulang yang mendalam mencakup uji keamanan dan manfaat dari Pemerintah dalam hal ini Badan POM dan Departemen Kesehatan, dan bila diperlukan meminta masukan dari organisasi profesi terkait, misalnya IDAI untuk vaksin yang akan diberikan kepada anak atau organisasi profesi lainnya sesuai indikasi (misalnya PAPDI, POGI).
Keputusan akhir tentang dapat atau tidaknya satu vaksin beredar berada pada pemerintah (Badan POM) dan bukan pada organisasi profesi termasuk IDAI. Keberadaan dan peredaran vaksin di Indonesia berdasarkan ijin dari Badan POM. Oleh karena itu tidak mungkin vaksin dapat beredar tanpa ijin BPOM.
Vaksin setelah berada di pasaran masih dipantau oleh kelompok independent (Komnas dan Komda KIPI, diketuai oleh dokter spesialis anak di setiap propinsi) yang bertanggungjawab kepada Menteri Kesehatan.
Ikatan Dokter Anak Indonesia memasukkan suatu vaksin ke dalam Rekomendasi Jadwal Imunisasi IDAI apabila vaksin tersebut sudah mendapat ijin edar dari pemerintah dan dilakukan kajian ilmiah dari Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi IDAI.
Jakarta, 25 Maret 2009
Sumber : ROOM FOR CHILDREN
Entri Populer
-
Tulisan ini saya kutip dari majalah DAQU edisi 007/tahun VI Januari 20014, penulisnya adalah T armizi Asidiq Direktur Eksekutif majalah DA...
-
Tanya: Anak pertama saya perempuan dengan BB 2,7 kg dan PB 47 cm. Sekarang usianya 5 bulan dengan BB 5,3 kg dan PB 66 cm. Apakah normal? Sej...
-
Orang tua mana yang tak mau melihat anaknya tumbuh menjadi anak yang mandiri? Nanti ketika sudah besar mampu hidup dengan usaha s...
-
Dalam lingkungan keluarta sekarang, rupanya batas penghormatan dan kataatan anak kepada orang tua mulai kabur. Bahkan ada yang menanggap waj...
-
ORANG TUA BUKAN POLISI Orang tua bukan polisi yang hanya bertugas mencari kesalahan orang dan menghukumnya. Bukanlah lebih baik mencari...
KONSULTASI DOKTER ANAK
- dr. Hermansyah Irwan, SpA
- dr. Rusmala Deviani SpA
- dr. Fransiska S. Susanti, SpA
- dr. Maria Widhiastuti, SpB
- dr. M. Muchlis, SpA
- dr. Srimpi SpKJ
- dr. Rastra Rantos, Spa
- dr. Bobby Setiadi D, SpA
- dr. Jaya Ariheryanto,SpA
- dr. Rini Purwanti
- dr. Rouli Nababan SpA
Visitors
Sabtu, 16 April 2011
PEREDARAN VAKSINASI INDONESIA
Labels:
Artikel,
Artikel Keluarga
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Category
- Artikel (186)
- Tips Bunda (166)
- Artikel Keluarga (142)
- Psikologi Anak (79)
- Problematika keluarga (71)
- Artikel Kehamilan (66)
- Penyakit Anak (63)
- Tips Kecantikan (47)
- Seksologi (33)
- Makanan Bayi dan Balita (31)
- Obat Alternatif (22)
- Permainan Anak Balita (20)
- P3K Keluarga (18)
- Karier (11)
- Religi (9)
- Teknologi (6)
- Keuangan Keluarga (5)
- Hypnoparenting (2)
- Hypno-birthing (1)
About Me
- BUNDA DAN ANANDA
- Batam, Kepulauan Riau, Indonesia
- ZUDHA SULFIYANA seorang ibu dengan satu orang putra yang mulai beranjak remaja. yang ingin berbagi ilmu dengan para pembaca. semoga berguna untuk semua. Amin

0 comments:
Posting Komentar