Jumat, 21 Mei 2010

SELAMATKAN BUMI


Ayo, selamatkan bumi kita!

Tahukah anda bagwa tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi? Tak ada salahnya momen ini kita gunakan untuk mengenal berbagai cara melindungi planet kita.

Dewasa ini pemanasan global, atau global warming, marak dibicarakan. Hal tersebut merupakan isu yang sangat kompleks yang melibatkan semua pihak di seluruh dunia. Orang beramai-ramai meramalkan apa yang akan terjadi beberapa decade mendatang ketika es di kutub telah benar-benar menjadi luapan air.

Pemanasan global atau Globar Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh aktivitas manusia.

Pemanasan dlobal memicu terjadinyha sejumlah konsekuensi yang merugikan baik terhadap lingkungan maupun setiap bidang kehidupan manusia. Beberapa di antaranya adalah :

  • Naiknya permukaan air laun global disebabkan oleh mencairnya es di kutub mengakibatkan sejumlah pulau-pulau kecil tenggelam dan mengancam social ekonomi masyarakat pesisir.
  • Meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim.
  • Punahnya berbagai jenis fauna.
  • Migrasi sejumlah hewan untuk menemukan habitat baru yang sesuai.
  • Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir.
  • Ketinggian gunung-gunung tinggi berkurang akibat mencairnya es pada puncaknya. Tanpa disadari banyak orang. Pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.
  • Terjadinya perubahan arus laut
  • Maluasnya berbagai penyakit tropis kedaerah-daerah baru.

Untuk meminimalkan dampak pemanasan dlobal ini diperlukan pemahaman dan kesadaran semua pihak untuk terlibat dalam upaya-upaya pencegahan pemanasan dlobal. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mereduksi global warming.

Hemat energi

  • Mematikan alat listrik saat tidak digunakan. Jangan biarkan alat listrik dalam kondisi stanby, lepaskan kabel dari stop kontak.
  • Gunakan stop kontak dengna tombol on/off agar tidak perlu repot mencabut/memasang kabel.
  • Kurangi pemborosan listrik dengan segera mencabut charger jika baterei HP sudah penuh.
  • Memilih perlengkapan elektronik yang hemat energi.
  • Pakai AC dalam ruangan tertutup agar energi tidak terbuang percuma.

Hemat air

  • Mematikan kran saat menggosok gigi
  • Menggunakan air bekas cucian sayur dan beras atau air hujan untuk menyiram tanaman.
  • Memperbaiki kran yang bocor dengan segera.
  • Mandi dengan menggunakan shower karena mandi berendam merupakan cara mandi yang boros air.
  • Menghindari penggunaan selang atau gunakanlah kaleng penyiram tanaman atau ember untuk mencuci mobil/ motor.
  • Menyiram tanaman pada sore hari agar air mudah meresap kedalam air.
  • Biarkan rumput di halam rumah tumbuh lebih tinggi karena hal ini akan mengurangi konsumsi air bagi tanaman.

Hemat BBM /GAS EMISI

1. Pilihlah produk dalam negeri. Produk yang didimpor akan menghabiskan emisi CO2 untuk pengangkutannya.

2. Mengemudilah dengan benar (eco driving) agar hemat bahan bakar dan mengurangi emisi CO2. Caranya :
  • Tidak mengemudi dengan agresif
  • Pindah ke transmisi yang lebih tinggi secepat mungkin dan jangan terlalu cepat saat pindah ke gigi yang lebih rendah.
3. Buat janji untuk pergi bersama dengan keluarga atau teman untuk menghemat BBM, jangan pergi sendiri-sendiri jika arah tujuannya sama atau sejalan.

4. Bepergian dengan kendaraan umum sangat menghemat BBM karena dapat membawa banyak penumpang (bis, kereta api) dibandingkan dengan mobil pribadi.

5. Berjalan kaki atau bersepeda dapat menyelamatkan bumi, disamping itu sangat baik untuk kesehatan.

6. Jika berkendaraanuntuk berangkat ke kantor, usahakan untuk berangkat bersama dengan teman yang tinggal berdekatan atau sekantor. Menggunakan satu mobil untuk beberapa penumpang akan lebih aman lingkungan daripada menggunakan mobil masing-masing.

Berikut beberapa yang dapat kita terapkan sehari-hari untuk membantu mengurangi tumpukan sampah dunia :

  • Menghemat pemakaian kertas. Gunakan kertas dengna 2 sisi (bolak balik) dan gunakan kembali amplop bekas dengan membaliknya. Hal itu tidak akan mengurangi rasa hormat anda kepada penerima surat. Jika kita hemat dalam menggunakan kertas berarti kita juga menghemat kayi dan mengurangi tumpukan sampah dari kertas.
  • Selalu menggunakan prinsip “3R” (Reduce, Reuse, Recycle) dan melakukan penanaman tanaman (Replanting) di pekarangan rumah.
  • Memilih produk yang dapat digunakan secara berulang kali.
  • Jangan membeli produk yang menggunakan kemasan berlebihan.
  • Membeli produk yang dapat didaur ulang atau produk daur ulang, misalnya tisu toilet, alat tulis dan lain-lain.
  • Membawa kantong belanjaan sendiri atau gunakan plastic bekas pakai ketika belanja.
  • Membeli barang dalam jumlah besar lebih menghemat pengepakan, uang dan transporasi.
  • Hindari pemakaian sumpit sekali pakai dan sedotan (hanya dipakai 3 menit) agar tidak menambah jumlah sampah. Pakailah sumpit yang setelah pakai dapat dicuci dan digunakan lagi.
  • Habiskan makanan yang ada di piring untuk mengurangi sampah.
  • Pilihlah sabun atau shampoo berukuran besar, bisa diisi ulang. Selain lebih ekonomis, kita juga bisa mengurangi sampah kemasan.

Jika setiap orang mau mulai dari dirinya sendiri untuk membiasakan dengan kebiasaan-kebiasaan diatas, mudah-mudahan bumi kita (dan tentunya kita, anak dan cucu kita nantinya) dapat terselamatkan. Jadi coba biasakan dari diri anda sendiri terlebih dahulu.

EARTH HOUR

Earth hour merupakan suatu bentuk kegiatan yang bertujuan untuk penghematan energi, yang diselelnggarakan di banyak negera secara serempak. Cara yang dilakukan sangat sederhana, hanya cuckup mematikan listrik selama satu jam secara serentak. Namun dengan hal sederhana itu dapat melakukan penghematan listrik dalam jumlah yang sangat besar.

Earth hour pertama kali diadakan di Sydney pada 31 Maret 2007 silam, dimana 2,2 juta orang mematikan lampu dan peralatan elektronik yang sedang tidak digunakan selam 1 jam. Inisiatif di kota ini menginspirasi masyarakat dunia sehingga pada tahun 2009, jumlah peserta kampanye Earth Hour mencapai lebih dari 1 miliar orang dari lebih 400 kota, di 88 negara, dan menjadikannya sebagai demonstrasi public terbesar untuk aksi perubahan iklim yang pernah diadakan.

Earth Hour 2010 telah dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2010 pada jam 20.30 -21.30 waktu setempat. Sebanyak 1274 ikon dunia dari 4 ribu kota di 125 negara di 7 benua juga ikut turut berpartisipasi dalam aksi global memadamkan lampu selama 1 jam untuk Earth Hour sebagai aksi bersama mengurangi laju perubahan iklim. Tahun ini merupakan momentum kedua kali bagi Indonesia untuk turut menyuarakan dukungan dalam kampanye global EARTH HOUR. Kampanye memadamkan lampu dan peralatan elektronik yang tak terpakai, “Earth Hour”, di Jakarta sangat berarti sekalipun satu jam. Perhitungan kasar WWF Indonesia, satu jam itu berarti menghemat 300 megawatt, kapasitas yang dapat menerangi ratusan desa.

Diharapkan kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan satu tahun sekali namun dapat diterapkan dalam pola hidup warga Jakarta setiap harinya, sehingga akan lebih banyak energi yang bisa dihemat. Diharapkan pula kegiatan ini dapat mengubah perilaku sederhana dan murah dengan cara pemadaman ini bila dilakukan serentak oleh warga masyarakat, pelaku bisnis, dan pemerintah, dapat mengubah bumi menjadi lebih baik.

Kegiatan ini hanya sebagai simbolis, yang diharapkan dapat mengubah gaya hidup hemat energi dalam jangka panjang tidak hanya di Jakarta tetapi juga di kota-kota besar lain di Indonesia.

Pada tanggal 16 Maret 2010 lalu, masyarakat Hindu Bali baru saja merayakan Nyepi yang juga berarti hari tanpa listrik selama 24 jam. Budayakan local yang telah berlangsung selama ratusan tahun ini sebenarnya turut mendukung program penghematan energi dan perubahan gaya hidup.

Sumber : INOVASI CAR

0 comments:

Posting Komentar

Bunda Dan Ananda © 2008 Template by:
bunda dan ananda