Sabtu, 13 Februari 2010

BELAJAR LEWAT GAMES

Bermain dan permainan dapat menjadi ajang pembelajaran anak. Permainan apa saja yang dapat mengasah kecerdasannya?

Selain menyenangkan, bermain merupakan cara anak mengenal dunia. Melalui permainan si kecil mempelajari suatu keterampilan atau sesuatu yang baru. Permainan di luar ruang yang aktif membantu meningkatkan koordinasi fisik anak. Permainan huruf mengembangkan kemampuan berbahasa. Permainan yang berkaitan dengan fantasi mengembangkan dunia imajiner si kecil yang diperlukan anak untuk menulis cerita saat ia bersekolah. berikut ini beberapa permainan(games) yang dapat mengasah berbagai aspek perkembangan si kecil.

1. Memory games
Permainan memori dapat mengasah daya ingat anak. Memiliki daya ingat yang baik mendukung kemudahan anak belajar. Anda dapat mulai mengasah daya ingat anak sedini mungkin.

Mengingat Benda dalam Nampan
(Anak usia 2 tahun ke atas)


Letakkan lima atau lebih benda pada nampan dan ajak anak memperhatikan benda-benda tersebut. Mintalah si kecil menutup matanya, lantas Anda sembunyikan satu benda yang ada di nampan, mintalah anak membuka matanya dan tanyakan benda yang tidak ada pada nampan. Anda dapat pula melakukan permainan ini dengan menutup nampan dan memintanya menyebut benda-benda pada nampan yang sebelumnya telah dilihat dan diingat.

2. Creative games
Permainan kreatif ini mengasah kemampuan si kecil untuk mengatasi berbagai masalah yang mungkin ditemuinya, sehingga ia tahu solusi untuk memecahkan masalah saat dibutuhkan.


Menyusun balok
(anak usia 2 tahun keatas)

Ajak si kecil membuat rumah seperti rumahnya atau rumah yang diimpikannya menggunakan balok-balok kayu atau plastic. Biarkan imajinasinya berkembang untuk membuat bentuk apapun.

Melipat, menggunting dan menempel
(anak usia 4 tahun keatas)


Menggunakan kertas berwarna untuk membuat benda-benda. Misalnya,katak,burung atau anjing. Kemampuan melipat, yang merupakan ketrampilan motorik halus anak pun terasah karenanya. Dapat juga anda mengajak si kecil menggunting kertas berwarna membentuk benda, misalnya jeruk atau mangga. Kemudian tempelkan guntingan kertas itu pada buku atau selembar kertas.

3. Socialization games
Permainan sosialisasi melibatkan beberapa anak sebaya. Kegiatan ini mengembangkan kemampuan si kecil bersosialisasi. Lebih baik lagi bila permainan ini menuntut kerja sama.


Tangan saling menumpuk
(anak usia 2 – 5 tahun)

Dapat dimainkan 5 – 10 anak. Anak-analk duduk dalam satu lingkaran. Seorang anak mulai meletakkan kepalan tangan kanannya di tengah lingkaran, disusul kepalan tangan kanan anak lain yang diletakkan diatas kepalan tangan anak yang pertama, dan seterusnya.
Setelah semua kepalan tangan kanan tertumpuk, anak pertama meletakkan kepalan tangan kirinya di atas tumpukan kepalan tangan kanan yang terakhir. Penumpukan kepalan tangan kiri ini disusul anak lain hingga semua kepalan tangan kiri bertumpukan.
Setelah itu, kepalan tangan paling bawah berpindah keatas, disusul tangan berikutnya. Perpindahan tangan dari bawah keatas semakin lama semakin semakin cepat. Dalam permainan ini tidak ada pihak yang menang atau kalah.

Bermain kartu
(anak usia 4 tahun)


Anda dapat menggunakan kartu bergambar khususnya untuk anak-anak. Selain mengembangkan keterampilan social, karena anak dituntut berinteraksi dengan anak lain, kemampuan si kecil mengingat pun terlatih.

4. Observation games
Permainan observasi mengajar anak mengenali detail. Lihat baik-baik sebuah gambar dan dorong si kecil mengenal rincian gambar. Kemampuan ini dapat menjadi modal penting anak saat belajar mengenal huruf. Misalnya, ia mampu mengenal perbedaan huruf “b” dan “p”.

Mencari perbedaan
(anak usia 3 tahun keatas)

Gambarlah dua gambar serupa dengan beberapa bagian berbeda. Mintalah si kecil melihat gambar tersebut dan cari apa atau bagian mana yang berbeda. Misalnya, gambar anak perempuan dengan pita rambut. Sedangkan gambar satunya tidak mengenakan pita.

Mengenali objek
(anak usia 2 tahun ke atas)

Buka satu halaman di buku cerita anak, dan minta anak mendeskripsikan objek di halaman yng dipilih misalnya gambar orang. Bantu anak dengan pertanyaan anda. Misalnya, apa warna rambut orang tersebut, panjang-pendek rambut dan jenis kelaminnya.

5. Imaginative games
Semua anak menyukai permainan imajinatif, seperti bermain pura-pura. Permainan jenis ini memperkaya imajinasi anak dan merangsangnya berpikir kreatif.

Boneka tangan
(anak usia 2 tahun keatas)


Bercerita dengan menggunakan boneka tangan. Mulai dengan cerita yang sudah dikenal anak. Setelah itu, minta anak mengulang cerita atau mengemukakan ceritanya sendiri menggunakan tokoh boneka tangan.

Bermain peran
(usia 3 tahun keatas)

Permainan yang satu ini bias jadi sering dilakukan dan menyenangkan anak. Anda dapat terlibat dalam permainan menggunakan berbagai material sesungguhnya seperti kue kering untuk suguhsn saat tamu-tamuan, selimut untuk atap rumah, atau kursi untuk dinding rumah. Anda dan si kecil juga dapat bermain peran sesuai tokoh dalam film favoritnya.

6. Physical games
Selain menyenangkan, latihan fisik mengembangkan koordinasi anggota tubuh anak, badan si kecil fit dan sehat, membuat tidur si kecil lebih lelap, dan nafsu makannya lebih bagus.

“Ayo melompat”
(anak usia 2 tahun keatas)

Jalan-jalan bersama anak ditaman kompleks perumahan anda. Mintalah anak melangkah beberapa kali, kemudian buat loncatan dua kali. Anda dapat meminta anak berlari dari satu pohon menuju anda dalam hitungan sekian, tergantung jarak pohon ke tubuh anda.

7. Alphabet games
Melalui permainan alphabet anak belajar mengenal huruf angka. Pengenalan awal ini bias menjadi bekal pengetahuan dan mempermudah si kecil saat ia belajar huruf dan angka di sekolah.


Membuat buku “ huruf “
(anak usia 3 tahun ke atas)


Gunakan halaman berbeda untuk setiap huruf dan letakkan gambar objek yang dimulai dengan huruf termaksud. Misal huruf “A” untuk gambar apel atau huruf “H” untuk gambar harimau.

Menyambung titik-titik
(anak usia 2,5 tahun ke atas)


Buat huruf dari titik-titik. Mintalah si kecil menyambungkan tiap titik. Tempelkan gambar objek yang di mulai dengan huruf tersebut. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak.

8. Singing games
Permainan bernyanyi ini menyenangkan. Kegiatan yang memunculkan irama dan lagu dapat memperkaya bank data kata-kata dan frase si kecil yang dapat digunakannya sewaktu-waktu ia diperlukan. Dengan begitu, tanpa terasa, melalui bernyanyi anak belajar berbagai hal.

Menebak kata
(anak usia 2,5 tahun ke atas)

Nyanyikan lagu anak yang dikenalnya, kemudian hilangkan satu-dua kata dalam kalimat lagu dan lantas minta si kecil menebak kata yang hilang. Semakin besar usia anak, semakin banyak kata yang dapat anda hilangkan.

Memperagakan tindakan
(usia 2,5 tahun ke atas)

Bernyanyilah untuk si kecil. Gunakan lagu yang dikenalnya. Pada kata kerja yang ada pada lagu, anda tak perlu menyanyikan melainkanmemperagakannya. Mintalah si kecil meyebutkan apa yang anda peragakan.


0 comments:

Posting Komentar

Bunda Dan Ananda © 2008 Template by:
bunda dan ananda