Selasa, 03 April 2012

PANDUAN MEMILIH TK



Si kecil sudah menginjak 4 tahun. Saatnya masuk TK. Di seluruh lokasi strategis bahkan di kompleks perumahan anda, berdiri bangunan Taman Kanak-kanak yang semua tampak megah dan menuliskan sederet program berkwalitas di dalam brosur promosi. Bingung menjatuhkan pilihan? Baca panduak kami.
Sebagian orang tua memasukkan anaknya ke TK dengan tujuan mendapat surat keterangan telah mengikuti pendidikan sebagai dokumen yang perlu dilampirkan saat mendaftarkan diri untuk masuk SD. Namun, manfaat pendidikan TK lebih dari itu.
Sosialisasi
Merupakan poin paling penting yang dipelajari anak usia TK. Di dalam interaksi sehari-hari dengan teman sebaya dan peara pendidik, anak mengenal konsep hubungan sosial yang akan menjadi fondasi terpenting dalam hidup bermasyarakat. TK menyiapkan anak menghadapi hari-hari di jenjang sekolah berikutnya karena dia bertemu teman-temanbaru dan belajar berkomunikasi.

Memperlajari hal dasar.
Ketika anak masuk TK dia mendapatkan kesepatan untuk belajar hal-hal mendasar. Dia terbiasa mendengarkan cerita dan berinteraksi dengan buku yang akan mendorong anak untuk ingin membaca. Melalui lagu, dia mengenal angka dan nama-nama benda. Lewat kegiatan bermain di lura ruang, dia mendapatkan pembekalan sains. Secara umum, anak mendapatkan fondasi berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan sehari-hari yang akan sangat berguna di sepanjang masa hidupnya.
Anak tidak diwajibkan sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung di bangku TK, namun TK menyiapkan anak untuk bisa menenrima pelajran tersebut saat menginjak bangku SD. “Di TK kemampuan motorik anak dirangsang agar bisa memegang pensil dengan benar dan koordinasi mata-tangan diasah, ada pengenalan huruf namun belum diajarkan membaca, serta mengenal angka sebatas 1-10,” kata Rahmi Dahnan, Psi Psikolog dari Yayasan Kita dan Buah Hati. Hal mendasar yang dipeljari anak juga mencakup kstrabilan fisiologis, mulai dari konsep jender hingga hal tek nis seperti kesiapan pergi ke toile sendiri.
Membiasakan diri pergi ke sekolah
Sejak TK,anak sudah dibiasakan masuk sekolah setiap hari. Pembiasaan ini penting karena anak akan pergi ke sekolah setiap hari hingga dia berusia sekitar 18 tahun. Melalui “pemanasan” yang sudah dilakukan sewaktu T, anak tidak lagi syok saat mengikuti pelajaran seharian penuh di bangku SD.
Mengembangkan potensi dan bakat
Anak merupakan tujuan dasar pendidikan anak usia dini. Anak yang memiliki bakat tertentu akan menonjol bila ia punya kesempatan untuk bereksplorasi dan menampilkan bakatnya.

Memilih TK
Pahami kebutuhan anak
Jika anak anda haus buku-buku bacaan, pilih TK yang dapat mengakomodasi kebutuhan si kecil akan literatur. Tanyakan seberapa besar ruang perpustakaan, berapa banyak koleksi buku yang dimiliki sekolah, dalam drentang waktu berapa lama sekolah memperbarui katalog perpustakaan, dan jangan lupa untuk merasakan atmosfer perpustakaan dan pojok buku di dalam kelas. Jika anak anda tergolong aktif, area bermain adalah kunsi sukses kebahadiaan anak. Perhatikan seberapa luas taman bermain maupun area bermaindi dalam ruangan, seberapa banyak dan bervariasi fasilitas permainan yang disediakan sekolah, dan yang paling penting adalah faktor keamanan di sekitar area bermain.
Namun hati-hati, seringkali orang tua tidak bisa emmbedakan antara kebutuhan anak dengan keinginan orang tua. Banyak sekali orang tua yang datang dengan lontaran, “ saya ingin anak saya banyak baca’ atau ‘ sayan ingin anak saya mendapat ekspos yang besar terhadap matematika dan sains’ padahal itu bukan kebutuhan atau keinginan yang datang dari anak, “ kata Lestari Sandjojo, psikolog dari Sekolah Cikal. Dengan melihat minat dan kebutuhan anak, potensi dia untuk berkembang tentu jauh lebih besar sakaligus memudahkan pihhak sekolah untuk memberikan materi denganpendekatan yang sesuai bagi anak tersebut.

Pertimbangan Lokasi
Karena kematangan fosok dan emosianal anak usia RK belum sempurna, tentu anak jauh lebih mudah lelah dan bosan jika setiap hari harus menempuh perjalanan jauh dari rumah ke sekolah, “Jangan sampai anak rewwel karena harus bangun terlalu pagi agar tidak terlambat sampai ke sekolah. Selain rewel, kurangnya jam tidur anak juga bisa menganggu proses tumbuh kembang,” kata penasehat Parents Indionesia Dr, Reni Akbar Hawadi, Mpsi. Jam tidur malam yang ideal untuk anak usia 4-6 tahun minimal 10 jam. Usahakan waktu tempuh ke sekolah tidak lebih daro 30 menit perjalanan naik kendaraan dari rumah agar anak mendapatkan jam tidur cukup dan tidak lelah setiba dirumah.
Kondisi sekolah
Kini tiba saatnya anda mengamati kondisi sekolah yang akan menjadi tempat si kecil menhabiskan waktu 2-4 jam setiap hari. Ada beberapa poin yang perlu anda perhatikan.
-          Atmosfer sekolah. Begitu anda memasuki area sekoalah, hal pertama yang dapat anda lakukan adalah mengamati dan merasakan suasana. “Tentu atmosfer sekolah terasa hangat jika anda bisa melihat para staf saling berkomunikasi dengan akrab. Selain itu, lihat juga interaksi petugas sekolah – termasuk petugas kebersihan dan satpam -dengan sisiwa,” kata Lestari. Atmosfer yang hangat, nyaman dan saling terbuka, tentu mengoptimalkan kegiatan belajar.
-          Ruang kelas. Association for Childhood Education International (ACEI) menyebutkan bahwa ruang kelas TK sebaiknya terdiri atas variasi area sehingga anak bisa bebas bereksplorasi. ACEI mensyaratkan ruang kelas TK dilengkapi dengan :
  • POJOK BALOK SUSUN
  • AREA SAINS dengan berbagai alat peraga.
  • RUANG BERMAIN PURA-PURA
  • POJOK SENI dengan peralatan seni yang lengkap
  • RUANG BACA yang nyaman dan tenang dengan koleksi buku berkualitas
  • AREA BELAJAR MENULIS lengkap dengan peralatan seperti kertas, pensil, krayon dan spidol
  • MEJA PERMAINAN dan material yang bisa dibentuk (seperti dough) untuk mengasah koosrinasi mata-lengan, memupuk toleransi, memecahkan masalah dan berpikir.
  • AREA MUSIK untuk bereksperimen danmenambah keceriaan.
  • RUANG MULTIFUNGSI yang luas untuk sesi pembacaan dongeng menari dan bergerak bersama.
  • RUANG KELAS yang memungkinkan interaksi hidup antara sesama murid serta murid-guru.

Rasio guru – murid
Rasio atau perbandingan guru terhadap murid penting untuk menjaga kontak personal guru dengan tiap siswa, menjadikan aktuvitas belajar lebih bermakna, pengawasan, serta kesiapan guru jika terjadi situasi darurat. Bagi anak usia 4-5 tahun. The National Association for the Education or Young Children yang berpusat di Washington DC, AS merekaomendasikan rasio guru dan murid maksimal 1:10. Sementara bagi anak usia 6 tahun, rasio guru dan murid sebesar 1:12 masih diperkenankan.
Suasana belajar
Saat anda dan anak mengikuti uji coba di sekolah, pusatkan perhatian pada metode dan cara guru mengajar di dalam dan di luar kelas. Apakah guru lebih banyak berbicara satu arah atau membuka banyak kesempatan kepada sisiwa untuk bertanya atau lebih suka memberi paparan panjang? Apakah suasana kelas begitu hidup, karena guru rajin memancing ketertarikan anak untuk mencari jawaban atas rasa penasan mereka? Semua itu harus anda amati dengan seksama.
Fasilitas
Selain ruang kelas, fasilitas penunjang kegiatan bermain sambil belajar di TK perlu anda perhatikan. Area bermain, perpustakaan, ruang musik, hingga aula dan kantin sekolah, jangan sampai luput dari penglihatan anda. Di area bermain, waspadai faktor keselamatan perhatikan antisipasi pihak sekoalah jika terdapat banyak materiak keras (seperti beton atau paving balok) pada taman bermain. Sementara untuk kantin sekolah, pastikan menu yang tersedia sehat dikonsumsi seta terjaga kebersihannya.
Lingkungan sekitar
Tidakhanya area di dalam tembok sekolah yang perlu anda perhatikan, melainkan suasana dan peruntukan lahan di sekitar lingkuangn sekolah. Jika sekolah berbatasan dengan jalan raya, pastikan keamanan anak jika dia harus mengikuti kegiatan di luar sekolah tanpa kehadiran anda. Jika terdapat area jajanan di sekitar gerbang sekolah, pastikan keamanan dankebersihan makanan bagi si kecil.

BIAYA
Kemampuan anda untuk membiayai pendidikan anak secara kontinue tentu menjadi pertimbangan penting.” Karena itu, jangan memilih sekolah yang mahal tapi tidak sesuai dengan kemampuan finansial orang tua meskipun sekolah itu sangat bagus untuk anak, “ kata Dr Reni Akbar Hawadi, Mpsi. Jika anda kesulitan membayar uang pangkal TK yang jumlahnya bisa sampai puluhan juta rupiah dan iuran rutin tiap semester yang menyentuh angka ratusan ribu hingga jutaan rupiah, sebaiknya anda berpikir dua kali, TK adalah bagian dari keseluruhan jenjang pedidikan anak. Yang artinya, anak masih akan memerlukan biaya sekolah dan kuliah yang jumlahnya tidak sedikit. Dana pendidikan yang perlu dirancang matang oleh orang tua sedini mungkin.
KURIKULUM NASIONAL TK
Saat ini pendidikan di tingkat Taman Kanak-kanak menggunakan kurikulum nasional 2004 yang emberi peekanan pada pembentukan perilaku melalui pembiasaan dan pembentukan kemampuan dasar. Dalam dokumen standar kopetensi pendidikan anak usia dini yang disusun oleh Departemen Pendidikan Nasional RI, disebutkan bahwa kegiatan belajar yang bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi anak usia dini harus dilakukan melalui kegiatan bermain sambil belajar. Dengan bermain, anak memiliki kesempatan untuk bereksplorasi dan mengekspresikan perasaan. Selain itu, bermain membantu anak mengenal diri sendiri, orang lain dan lingkungan.
Jenjang Taman Kanak-kanak masih menggunakankurikulum lama, namun kurikulum lama itu berpedoman (developmental tasks) anak yang secara otomatis sudah berorientasi pada kompetensi,” kata Kepala Pusat Kurikulum, Dra. Diah Harianti, Mpsi. Ruang lingkup kurikulum TK meliputi aspek perkembangan “ Moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional, dan kemandirian, kemampuan berbahasa, kognitif Fisik/motorik dan seni.
METODE PENGAJARAN
Dalam penerapan kurikulum, ada banyak variasi metode pengajaran yang diterapkan oleh lembaga pendidikan anak usia dini. Sebelum anda memutuskan satu sekolah untuk si kecil, ada baiknya anda mengenal beberapa metode pengajaran yang paling banyak dipakai di TK dan menyesuaikan metode tersebut dengan kebutuhan anak.
Metode montessori
Adalah salah satu metode pendidikan yang didasari oleh teori tumbuh kembang anak. Metode tersebut pertama kali dipopulerkan oleh Maria Montessori, seorang pakar pendidikan asal Italia pada akhir abad ke-19. Metode Montessori ditandai dengan inisiatif anak untuk memulai sebuah aktivitas belajar. Materi pembelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan tiap anak. Salah satu fitur khas TK yang menerapkan motede montessori secara penuh : anak mengarahkan sendiri kebiatan belajar, memilih tema dan materi belajar yang meliputi keahlian praktis (perkembangan motorik kasar dan halus), sensorik (perkembanan otak dan sensorik). Bahasa, matematika, geografi, sains, dan seni. Fungsi guru adalah mengenalkan anak pada media pembelajaran dan berperan sebagai silent presence di dalam kelas. Metode Montessori menolak konsep pembagian kelas dan pengadaan ujian yang selama ini dijadikan sebagi alat ukur pencapaian akademik anak. Masukan dan analisis kulitatif terhadap performa anak tetap ada tapi dilakukan melalui catatan lembaran daftar keahlian, aktivitas, penyampaian naratif pencapaian anak, kekuatan, kekurangan, dilengkapi dengan cara-cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kekurangan.
International Baccalaureate (IB)
Yang dirintis pada 1968 kini sudah di terapkan di lebih dari 20.000 sekolah di 128 negara termasuk di Indonesia. Kurikulum IB untu Primary Years Programme di desain bagi siswa usia 3-12 tahun dengan fokus pada perkembangan intelektual, personal, keahlian sosial danemosional, serta mampu beradaptasi dengan iklim global. Tema dasar dari seluruh unit pembelajaran ( unity of inquiryatau UOI) mencakupi : SIAPA SAYA, DIMANA SAYA DALAM KONTEKS RUANG DAN WAKTU, BAGAIMANA SAYA MENGEKSPLORASIKAN DIRI, BAGAIMANA DUNIA SEKITAR BEKERJA, BAGAIMANA SAYA MENGENALI DIRI SENDIRI, DAN BERBAGI HABITAT HIDUP.
Cakupan meliputi bahasa, ilmu sosial, matematika, seni, sains, dan teknologi, pendidikan personal-sosial-fisiologi. Tema dan subyek pembelajaran membentuk lima elelmen esensial, yaitu konsep, pengetahuan, keahlian, perilaku, dan tindakan. “Setiap UOI selalu diakhiri dengan tindakan nyata,” kata Lestari. Cikal adalah salah satu sekolah yang menenrapkan kurikulum IB.
TK NEGERI ATAU SWASTA YANG MENERAPKAN KURIKULUM DEPARTEMAN PENDIDIKAN NASIONAL
Mengacu pada standar kompetensi yang ditetapkan oleh DIKNAS. Meliputi pembentukan perilaku melalui pembiasaan (moral dan nilai agama, sosial, emosional, kemandirian) serta kemampuan dasar (bahasa, kognitif, fisik dan motorik, dan seni), untuk kelompok TKA yang berusia 4-5 tahun dan TKB yang berusia 5-6 tahun. Terbiasa berperilaku sopan, mampu bekerja sama, percaya diri, menunjukkan sikap peduli, mampu membedakan dan menirukan bunyi, memiliki perbendaharaan kata yang dibunakan untuk komunikasi sehari-hari, mengenal konsep bilangan 1-10, mengasah kekuatan dan koordinasi anggota tubuh, serta dapat menggambar obyek sederhana, adalah beberapa poin kompetensi yang digariskan Diknas untuk anak usia TK. Kurikulum Diknas tidak mewajibkan anak bisa membaca di usia 6 tahun.
SEKOLAH ALTERNATIF ATAU PENDIDIKAN NONFORMAL
Kerap menggunakan metde pengajaran yang disesuaikan dengankonsep dasar sekolah tersebut. Sebut saja Sekolah Alam yang mendasarkan kurikulumnya pada tiga Output, yaitu integritas akhlak (dicapai dengan keteladanan guru, orang tua, serta seluruh komponen sekolah), integritas logika (dicapai dengan model belaja action learning, belajar langsung dari alam), dan kepemimpinan (dicapai dengan metode outbound dan dynamic group). Bentuk pendidikan alternatif yang kini berkembang pesati di Indonesia adalah sekolah rumah atau homeschooling. Jika anda memilih bentuk pendidikan homeschooling untuk anak, anda bisa bergabund ke dalam komunikasi sekolah rumah yang ada di kota anda dan bertukar informasi dengan sesama praktisi homeschooling. Kegiatan belajar bisa lebih atraktif, namun perlu komitmen penuh dari orang tua dan orang-orang di sekitarnya untuk menciptakan suasana belajar mandiri yang nyaman dan menarik bagi anak.
PERSIAPAN MASUK TK

Beberapa sekolah mensyaratkan kesiapan anak untuk bisa melakukan beberapa hal sebelum memulai hari-hari bermain sambil belajar di TK. Setiap TK memiliki standarisasi yang berbeda. Karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk menanyakan daftar persyaratan yang ditetapkan oleh sekolah saat mengikuti open house atau trial. Sebagai gambaran, pakar pendidikan anak usia dini, Peggy Gisler, EdS dan Marge Eberts, EdS, mengatakan bahwa biasanya TK mengharapkan anak anda dapat melakukan hal-hal berikut :

  • Bicara cukup jelas sehingga orang lain cukup mengerti
  • Bisa menyebutkan nama, tempat tinggal dan nama lengkap orang tua
  • Tidak takut berada jauh dari rumah
  • Sudah selesai atau hampir selesai menjalani toilet training
  • Bisa bermain dalam kelompok, mau berbagi mainan, dan tidak bersikap kasar terhadap anak lain
  • Mengekspresikan kebutuhan dan keinginannya melalui perilaku sesuai dengan usianya
  • Sanggup mengikuti instruksi, terutama yang berhubungan dengan keselamatan.

                               
SETELAH LULUS TK

Anak yang diberi bekal yang cukup untuk memasuki tahapan akademik selepas TK, akan mampu mengerjakan tugas-tugas beriut saat dia melanjutkan ke sekolah dasar :
  • Memegang pensil, krayon, kuas cat air, dan lempung dengan benar.
  • Bisa menggambar obyek-obyek sederhana, tidak hanya menggambar benang kusut
  • Bercerita atau menceritakan kembali sebuah dongeng yang dibacakan
  • Menjawab pertanyaan dari cerita pendek
  • Mendengarkan cerita minimal selama 5 menit
  • Mengerjakan tugas secara mandiri minimal selama 5 menit
  • Menyimak rima danmencari persamaan bunyi dalam kata
  • Mengerti persamaan dan perbedaan ukuran bentuk dan warna obyek.
  • Meniru gambar obyek sederhana
  • Membandingkan obyek berdasarkan ukuran
  • Melempar dan menangkap bola dengan baik, artinya koordinasi mata-tangan sudah dia kuasai. Sangat penting untuk menangkap pelajaran membaca dan berhitung.

Sumber : MAJALAH PARENTS

1 comments:

zattina husni mengatakan...

semoga para ibu membaca tulisan ini,sehingga mereka dpt mengambil langkah yg tepat disaat menghadapi anaknya yg akan memasuki usia sekolah.

Posting Komentar

Bunda Dan Ananda © 2008 Template by:
bunda dan ananda