Rabu, 13 April 2011

INFEKSI PASCA PERSALINAN




LUKA TAK KUNJUNG USAI

Sekalipun timbul infeksi, luka pasca persalinan, Caesar maupun normal, bisa sembuh

Semua ibu pasti ingin luka yang terjasi saat proses persalinan cepat sembuh. Tetapi, bisa saja terjadi sebaliknya. Luka tak kunjung sembuh, eh…malah timbul infeksi.

Infeksi bisa terjadi pada jahitan di perineum, bekas operasi Caesar, bahkan di dinding rahim walaupun ini jarang terjadi. Kalau tak ditangani dengan benar, infeksi yang biasanya terjadi pada hari ke-3 sampai ke-7 setelah persalinan ini bisa memperlunak kesehatan ibu.


MENCEGAH INFEKSI PERINEUM


  • Basuh vagina dan sekitarnya dengan air bersih setiap habis buang air kecil (BAK) dan BAB, hingga bersih. Basuh dari arah depan ke belakang, hingga tidak ada kotoran dari anus yang akan menempel pada luka bekas jahitan.
  • Setelah vagina dibersihkan, segera ganti pembalut untuk mencegah vagina lembab dan kotor.
  • Setelah dibasuh, keringkan perineum dengan handuk bersih sampai kering.




PERSALINAN NORMAL

Pada persalinan normal, infeksi biasanya terjadi pada jahitan diperineum

Penyebab :
Kebersihan daerah perineum kurang terjaga. Misalnya, karena tidak segera mgganti pembalut bila sudah penuh cairan lokia. Atau, setelah dibasuh, daerah perineum tidak dikeringkan.

Gejala :
  • Timbul rasa panas dan pering pada tempat yang terinfeksi
  • Perih saat buang air kecil
  • Demam
  • Keluar cairan seperti keputihan dan berbau

Lakukan :
  • Jangan menggaruk-garuk perineum maupun vagina
  • Jangan mencoba mengobati sendiri misalnya dengan cairan pembersih kewanitaan karena melihat adanya keputihan.
  • Segera hubungi dokter kandungan anda. Selain memberi anda antibiotic, dokter akan menganjurkan anda merawat luka dengan cara bath seat, yakni berjongkok atau duduk, kemudian membasuh bekas luka dengan cairian antiseptic.

MENCEGAH INFEKSI PADA CAESAR


  • Luka jahitan jangan sampai basah. Keringkan daerah perut sampai kering setiap kali sehabis mandi. Tapi ingat, jangan digosok!
  • Jangan lupa menggantiperban pada waktunya. Sebelum menempel perban, olesi cairan antiseptic pada luka jahitan.
  • Luka jahitan jangan sampai tergesek dan tertindih.



PERSALINAN CAESAR

Ada sekitar 7 lapisan, mulut dari kulit perut sampai dinding rahim, yang akan dijahit satu persatu oleh dokter ketika menutup luka bekas operasi Caesar . itu sebabnya, infeksi pada jahitan operasi bisa terjadi di kulit perut atau rahim. Kabar baiknya, dokter kandungan anda biasanya akan memberikan antibiotic sebelum memulai operasi tujuannya, untuk mencegah timbulnya infeksi.


INFEKSI JAHITAN DI KULIT PERUT

Penyebab :
  • Alat-alat operasi kurang steril
  • Respon ibu terhadaap benang jahit. Mungkin saja, ibu alergi terhadap bahan dasar benang jahit.
  • Cara menjahit. Dokter mengambil jaringan kulit yang dijahit terlalu banyak sehingga bekasa jahitn menjadi tebal.

Gejala :
  • Jahitan dikulit perut terlihat merah dan meradang
  • Terasa sangat gatal
  • Keluar cairan putih kekuningan atau darah dari sela-sela jahitan
  • Terasa panas di daerah jahitan
  • Nyeri kalau ditekan

Lakukan :
  • Tidak menekan-nekan lukan yang nyeri
  • Tidak menggaruk luka yang gatal
  • Segera ke dokter, agar infeksi cepat ditangani. Dokter akan memberikan antibiotic, membersihkan luka dan memberikan cairan antiseptic serta mengganti perban.


INFEKSI DINDING RAHIM

Penyebab:
Kasus ini jarang terjadi, apalagi jika persalinan ditolong oleh dokter yang berpengalaman. Kalaupun terjadi, hal ini mungkin disebabkan penggunaan alat-alat operasi yang kurang steril atau proses jahitan yang kurang sempurna.

Gejala :
  • Demam
  • Keluar darah yang cukup banyak dari vagina, padahal perdarahan seharusnya sudah menyusut.
  • Perut bagian bawah nyeri

Lakukan :
Segera ke dokter kandungan, agar infeksi segera ditangani. Biasanya, dokter akan memberikan antibiotic, dan anda akan dianjurkan banyak istirahat, serta tidak boleh mengangkat barang yang berat.

Sumber : ayahbunda

2 comments:

Obat Luka Jahitan Pasca Melahirkan Normal mengatakan...

Informasi yang sangat bermanfaat dan bisa dijadikan referensi bagi semua pembaca. Terimakasih sebelumnya sudah mau berbagi informasi ini. Salam kenal dari tasikmalaya

Dokter spesialis Kelamin mengatakan...

Herpes merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang di sebabkan oleh virus. Virus herpes ini menyerang saraf tepi,maka dari itu janganheran kalau rasanya sakit sekali. Selain menimbulkan sakit saat masih terdapat luka, rasa sakit juga masih akan tetap di rasakan oleh penderita walaupun luka sudah kering dan sudah sembuh.


cara mengobati herpes

Herpes merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat mudah sekali untuk menular, jadi hati-hati dan jaga kontak fisik dengan penderita herpes. Herpes itu sendiri juga di bedakan menjadi beberapa macam, sesuai dengan penyebabnya yaitu herpes simplek yang ditandai dengan luka seperti melepuh dan berisi air, herpes zoster merupakan jenis herpes yang terjadi karena penyakit varisella yang kambuh lagi, herpes genital yang berada di daerah alat kelamin, herpes labialis jika herpes terdapat pada bibir.

Cara Mengobati Herpes S
Herpes merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh virus, maka dari itu antibiotik seperti amoxcilin, ampicillin tak akan mempan untuk meredakan herpes. Karena herpes merupakan penyakit yang di akibatkan oleh virus, obatnya pun yang harus untuk membunuh virus bukan antibiotik yang berguna untuk membunuh bakteri. Ada beberapa tips yang bisa anda lakukan sebagai cara mengobati herpes. Seperti apa caranya, kita lihat yuk.

Cara Mengobati Herpes
Beberapa jenis obat-obatan anti virus yang bisa digunakan untuk mengatasi herpes antara lein seperti asyclovir, valasiklovir, famsiklovir. Obat-obatan tersebut khusus untuk mengobatii segala jenis penyakit yang berasal dari virus. Jadi jangan selalu berasumsi semua penyakit bisa sembuh dengan antibiotik. Karena terlalu banyak mengkonsumsi antibiotik justru akan sangat merugikan tubuh karena tubuh akan resisten dengan antibiotik tersebut.

Kulup | Kulup panjang

Ejakulasi dini | Sunat dewasa tak perlu malu

Chat | Klini chat

Posting Komentar

Bunda Dan Ananda © 2008 Template by:
bunda dan ananda