Senin, 26 April 2010

MENJAGA GAIRAH CINTA


Banyak hal yang dilakukan agar gairah cinta tetap membara. Soalnya bila tidak pandai-pandai, bisa runyam hubungan seami istri.
Nah, sebelum telanjur, agar suasana hubungan kasih dan cinta suami istri tetap bergairah terutama ditempat tidur perlu dipahami beberapa etika dibawah ini.

Sembunyikan rasa kecewa

Jangan membuat suami merasa bersalah dengan kekecewaan bila suatu ketika dia tak dapat memuaskan anda. Entah itu berupa kata-kata maupun sikap cemberut. Cobalah untuk tak terlalu memperhatikan kekurangan pasangan. Ingat, tempat tidur bisa jadi tempat yang tak nyaman sama sekali bila sikap anda seperti itu. Tempat tidur pun dapat membuat anda dan suami sama sekali tak bersentuhan bila anda tak pernah merasa puas.

Pandai-pandailah menilai sikap dansifat suami. Tak semua suami cukup berbesar hati menerima katerus-terangan anda. Memang, ada beberapa suami yang bisa berterus-terang seperti itu, namun tak ada yang lebih baik kecuali bersikap lembut.

Lupakan masa lalu

Membicarakan masa lalu ditempat tidur adalah sesuatu yang tabu. Apalagi menyangkur kegemaran yang kurang baik dalam pergaulan. Mengungkit kisah lama tak hanya menurunkan kayakinan diri suami, tetapi jugamenciptakan suasana tak enak ditempat tidur. Bahkan juga dikehidupan sehari-hari. Mungkin tak anda sadari, kisah “seru” masa lalu hanya akan membuat pasangan membandingkan diri anda dengan yang lain. Akibatnya, konsentrasi bukan lagi pada anda, melainkan pada masa lalu anda. Disaat tertentu, pasangan juga jadi bimbang terhadap kesetiaan anda.

Ironisnya, banyak istri merasa cemas, apakah suami masih mencintai, memperhatikan dan sebagainya. Karena itulah, mereka lantas mengumbar kisah-kisah lama yang entah terjadi atau tidak. Mengumbar kecemasan, justru berbahaya. Jika keraguan muncul, berarti anda juga mulai bimbang terhadapa diri sendiri.

Sibuk sendiri

Sungguh tak bijaksana cibuk mengisi teka teki, membenahi kotak perhiasan atau nonton teve sementara suami ingin bersama anda. Tindakan seperti itu hanya menunjukkan penolakan anda. Tempat tidur memang untuk melepas lelah. Jadi, sah-sah saja bila anda mulai mengantuk, tetapi usahakan tidak tidur lebih dahulu ketika suami masih ingin berbagi cerita dengan anda.

Ciptakan ketenangan

Keterangan mutlak dibutuhkan dikamar tidur. Kalau kebetulan ada pesawat telepon atau sms kecilkan nada deringnya. Pasalnya, baik isi pembicaraan maupun siapa yang menelpon, kerap membuat hubungan yang tengah hangat-hangatnya jadi menguap.

Jangan bawa persoalan

Tak ada satu pun keluarga yang tak punya masalah. Tetapi masalah hendaknya tidak dibawa atau diselesaikan di tempat tidur. Membawa sakit hati atau kemarahan ke dalam kamar tidur tak akan membawa penyelesaian, bahkan akan membuat persoalan menjadi berlarut-larut. Cobalah untuk menjadikan tempat tidur sebagai tempat nyaman. Kehidupan sehari-hari sudah membuat suami capek danstres. Dan tempat tidur merupakan untuk melepas segala tekanan. Jadi, jika memang anda harus menyelesaikan suatu masalah, lakukan sebelum berangkat tidur.

Tidak pura-pura

Pernahkan anda melakukan sesuatu bersama suami tetapi sebenarnya anda sendiri tidak menyukainya. Susah, memang untuk tak berpura-pura apalagi dengan suami sendiri. Tetapi kejujuran selalu lebih baik. Dengan berpura-pura, anda juga telah menghilangkan kesempatan baginya untuk lebih mengenal anda. Lagi pula, apa sih enaknya melakukan hal yang sebetulnya tak anda sukai?

Tanya yang perlu

Kadang, saat bermesraan ditempat tidur, tanpa sadar kita melontarkan pertanyaan yang sebenarnya tak perlu. Mungkin maksud anda sebenarnya untuk membuat suasana menjadi sebenarnya untuk membuat suasana menjadi semakin mesra, tetapi justru membuat suami terbengong-bengong. Pertanyaan seperti “apakah kamu mencintaiku”, bisa membuat suami kebingungan. Apa sih, yang sebetulnya anda inginkan. Apalagi jika anda baru saja menikah. Pertanyaan lain yang sebaiknya juga tak usah dilontarkan antara lain, “apakah aku wanita tercantik yang pernah kami kenal?” atau “apakah kita kan bersama selamanya?

Bersikap wajar

Kita kerap tak sadar, waktu berlalu begitu cepat. Tahu-tahu anda mendapat tubuh tak lagi langsing, atau kerut di sudut mata semakin banyak. Anda jadi sering bertanya-tanya apakah saya terlalu pendek, terlalu gemuk, terlalu kecil, atau tak dapat memuaskan suami. Pertanyaan semacam itu sebetulnya tak perlu muncul. Tempat tidur adalah tempat yang sangat berharga, apagi jika anda melihat suami anda tetap “bersemangat” melayani anda. Tak bijaksana rasanya terlalu khawatir atau kritis akan kondisi anda.

Bersikap wajar di hadapan suami. Seburuk-buruknya kondisi anda, di depansuami tunjukkanlah bahwa anda menerima diri anda seperti apa adanya. Karena memang begitulah jika usia bertambah tua. Dengan sikap wajar, suamipun akan menanggapi perubahan fisik anda sebagai sesuatu yang normal pula.

Jadi diri sendiri

Tata karma di tempat tidur memang penting. Tetapi terlalu banyak aturan juga justru bisa merusak suasana akrab, yang perlu dicamkan adalah bahwa tempat tidur merupakan tempat dimana kita bisa menikmati kebersamaan dengan suami. Menjadi diri sendiri adalah kunci suasana kamar tidur yang sehat. NABILA/1/2004

1 comments:

Ami Aie mengatakan...

MBak..Keren Mblog NYa...ajaRIn YAgh

Posting Komentar

Bunda Dan Ananda © 2008 Template by:
bunda dan ananda