Sabtu, 06 Maret 2010

PENANGANAN ANAK DOWNSYNDROME

Assalamu'alaikum Saya orang tua dari anak yang mengalami Down Syndrome.yang ingin saya tanyakan, apakah ada metode penyembuhan atau penangan secara medis atau non medis untuk menangani anak down syndrome?
Saya pernah membaca tentang pengobatan Nur Syifa yang katanya bisa menyembuhkan anak down syndrome,yang ingin saya tanyakan, apakah metode pengobatan tersebut masih sesuai dengan nailai2 aqidah dan tuntunan rasulullah? terima kasih banyak atas jawabannya nya, Wassalamu'alaikum Said Fadhil



Jawaban :

Wa’alaikum Salam,Wr.Wb.

Bapak Said yang terhormat, semoga Anda dan Keluarga selalu dalam Lindungan, Keberkahan dan Rahmat Alloh SWT.
Sebelumnya mohon maaf, perkenankan saya menjelaskan sedikit mengenai kelainan ini. Down Syndrome adalah
kelainan kromosom yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang cukup khas. Kelainan yang berdampak
pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental anak ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr.John
Longdon Down. Karena ciri-ciri yang tampak aneh seperti tinggi badan yang relative pendek, kepala mengecil, hidung
yang datar menyerupai orang Mongolia maka sering juga dikenal dengan Mongoloid. Pada tahun 1970an para ahli dari
Amerika dan Eropa merevisi nama dari kelainan yang terjadi pada anak tersebut dengan merujuk penemu pertama kali
syndrome ini dengan istilah Down Syndrome dan hingga kini penyakit ini dikenal dengan istilah yang sama.
Down syndrome merupakan kelainan kromosom yakni terbentuknya kromosom 21 (trisomy 21), Kromosom ini terbentuk
akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan. Kelainan yang berdampak
pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental anak ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr.John
Longdon Down. Gejala atau tanda-tanda yang muncul akibat Down syndrome dapat bervariasi mulai dari yang tidak
tampak sama sekali, tampak minimal sampai muncul tanda yang khas.Penderita dengan tanda khas sangat mudah
dikenali dengan adanya penampilan fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal
(microchephaly) dengan bagian anteroposterior kepala mendatar. Pada bagian wajah biasanya tampak sela hidung yang
datar, mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Seringkali mata menjadi sipit dengan sudut
bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds). Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya berupa tangan yang
pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar.
Sementara itu lapisan kulit biasanya tampak keriput (dermatoglyphics). Kelainan kromosom ini juga bisa menyebabkan
gangguan atau bahkan kerusakan pada sistem organ yang lain.
Karena ciri-ciri yang tampak aneh seperti tinggi badan yang relative pendek, kepala mengecil, hidung yang datar
menyerupai orang Mongolia maka sering juga dikenal dengan Mongoloid.
Pada bayi baru lahir kelainan dapat berupa Congenital Heart Disease. kelainan ini yang biasanya berakibat fatal di mana
bayi dapat meninggal dengan cepat. Pada sistim pencernaan dapat ditemui kelainan berupa sumbatan pada esophagus
(esophageal atresia) atau duodenum (duodenal atresia). Apabila anak sudah mengalami sumbatan pada organ-organ
tersebut biasanya akan diikuti muntah-muntah.
Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kromosom melalui amniocentesis bagi para ibu hamil
terutama pada bulan-bulan awal kehamilan. Terlebih lagi ibu hamil yang pernah mempunyai anak dengan Down
syndrome atau mereka yang hamil di atas usia 40 tahun harus dengan hati-hati memantau perkembangan janinnya
karena mereka memiliki resiko melahirkan anak dengan Down syndrome lebih tinggi.
Defenisi Down Syndrome Down syndrome adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak
yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang
kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan..
Gejala atau tanda-tanda yang muncul akibat Down syndrome dapat bervariasi mulai dari yang tidak tampak sama sekali,
tampak minimal sampai muncul tanda yang khas. Tanda yang paling khas pada anak yang menderita Down Syndrome
adalah adanya keterbelakangan perkembangan fisik dan mental pada anak (Olds, London, & Ladewing, 1996).
Penderita sangat sangat mudah dikenali dengan adanya penampilan fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang
relatif kecil dari normal (microchephaly) dengan bagian anteroposterior kepala mendatar. Pada bagian wajah biasanya
tampak sela hidung yang datar, mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Seringkali mata
menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds). Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya
berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara jari pertama dan kedua baik pada tangan
maupun kaki melebar. Sementara itu lapisan kulit biasanya tampak keriput (dermatoglyphics).Kelainan kromosom ini
juga bisa menyebakan gangguan atau bahkan kerusakan pada sistim organ yang lain. Pada bayi baru lahir kelainan
dapat berupa Congenital Heart Disease. kelainan ini yang biasanya berakibat fatal di mana bayi dapat meninggal
dengan cepat.
Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kromosom melalui amniocentesis bagi para ibu hamil
terutama pada bulan-bulan awal kehamilan. Terlebih lagi ibu hamil yang pernah mempunyai anak dengan Down
syndrome atau mereka yang hamil di atas usia 40 tahun harus dengan hati-hati memantau perkembangan janinnya
karena mereka memiliki resiko melahirkan anak dengan Down syndrome lebih tinggi. Down Syndrome gak bisa dicegah,
karena DS merupakan kelainan yang disebabkan oleh kelainan jumlah kromosom. Jumlsh kromosm 21 yang harusnya
cuma 2 menjadi 3. Penyebabnya? masih tidak diketahui pasti. Yang dapat disimpulkan sampai saat ini adalah makin tua
usia ibu makin tinggi risiko untuk terjadinya DS.Diagnosis dalam kandungan bisa dilakukan, diagnosis pasti dengan
analisis kromosom dengan cara pengambilan CVS (mengambil sedikit bagian janin pada plasenta) pada kehamilan 10-
12 minggu) atau amniosentesis (pengambilan air ketuban) pada kehamilan 14-16 minggu.
Pemeriksaan diagnostik Untuk mendeteksi adanya kelainan pada kromosom, ada beberapa pemeriksaan yang dapat
membantu menegakkan diagnosa ini, antara lain: • pemeriksaan fisik penderita, • pemeriksaan kromosom
• ultrasonograpgy • ECG • echocardiogram • pemeriksaan darah (Percutaneus Umbilical Blood
Sampling)
Penatalaksanaan Sampai saat ini belum ditemukan metode pengobatan yang paling efektif untuk mengatasi kelainan
ini.Pada tahap perkembangannya penderita Down syndrom juga dapat mengalami kemunduran dari sistim penglihatan,
pendengaran maupun kemampuan fisiknya mengingat tonus otot-otot yang lemah. Dengan demikian penderita harus
mendapatkan support maupun informasi yang cukup serta kemudahan dalam menggunakan sarana atau fasilitas yang
sesuai berkaitan dengan kemunduran perkembangan baik fisik maupun mentalnya. Pembedahan biasanya dilakukan
pada penderita untuk mengoreksi adanya defek pada jantung, mengingat sebagian besar penderita lebih cepat
meninggal dunia akibat adanya kelainan pada jantung tersebut. Dengan adanya Leukemia akut menyebabkan penderita
semakin rentan terkena infeksi, sehingga penderita ini memerlukan monitoring serta pemberian terapi pencegah infeksi
yang adekuat.
Pada pengobatan yang dapat anda jalankan dan Insya’Alloh dapat memperbaiki kualitas hidup si penderita
menjadi lebih baik, yaitu anda dapat mencoba paket pengobatan yang terdapat di "Klinik Sehat" yaitu pertama dengan
metode Rukyah Syar’iyyah untuk mencegah terjadinya gangguan mendasar pada otak dan pembuluh darah
akibat beberapa gangguan non-organik seperti gangguan akibat Jin dan lainnya, ini sangat berefek pada penenang Jiwa
dan pikiran si penderita secara signifikan. Kedua dengan cara Bekam, ini merupakan metode penyembuhan yang selalu
dijalankan Rasulloh SAW yaitu dengan membuang beberapa zat hasil metabolisme berupa racun tubuh dan ini dapat
berfungsi sebagai sumber detoksifikasi utama tubuh, juga dengan berbekam dapat membantu fungsi berbagai organ
tubuh untuk bekerja menjadi lebih sempurna. Ketiga dengan bantuan Pijat Saraf dan Akupressure yang berguna
memperbaiki sistem peredaran darah, fungsi otot dan persarafan pada tubuh si penderita. Keempat dapat dilakukan
terapi Akupunkture yang berfungsi memperbaiki fungsi kelistrikan tubuh dan mengaktifkan beberapa sistem organ yang
penting, dan menon-aktifkan beberapa organ yang mengalami gangguan. Kelima dengan terapi obat-obatan seperti Bio
Smart Plus, Habbat Extract, Immunocaps/Immunoquid, dan Gen-C. Kemudian obat lain dapat digunakan sesuai keluhan
tambahan si penderita. Dan terapi yang tidak kalah penting yaitu mengguankan metode Spieth (Spiritual Emotional
Therapy) yang berguna untuk mengembalikan fungsi lahiriah tubuh terhadap sang pencipta yaitu Alloh SWT, dengan
metode mengikhlaskan dan pasrah sepenuhnya atas kehendak Alloh SWT. Selamat mencoba sebagai Ikhtiar kita
dimata Alloh SWT, semoga bermanfaat untuk kita semua. Amien Ya Robbal’alamien !
Wassalamu’alaikum. Wr.Wb. (KLINIK KESEHATAN.COM)

0 comments:

Poskan Komentar

Bunda Dan Ananda © 2008 Template by:
bunda dan ananda